PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Pelaksanaan Undang-Undang Perlindungan Konsumen di Indonesia belum sepenuhnya di laksanakan. Banyak konsumen yang dirugikan dengan para pelaku usaha yang masih banyak belum menerapakan UU Perlindungan konsumen. Banyak konsumen yang beranggapan negatif tentang pelaksanaan UU Perlindungan Konsumen. Padahal konsumen biasa disebut  “Raja” karena sebagai pembeli. Mungkin sebutan itu hanya untuk menyenangkan para konsumen saja.

Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Dalam pasal 2 Undang-Undang Perlindungan Konsumen,
Perlindungan konsumen berasaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen, serta kepastian hukum.

Sesuai dengan pasal 3, perlindungan konsumen bertujuan untuk :
a. meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri,
b. mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa,
c. meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen,
d. menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi,
e. menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha,
f. meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen.

Seharusnya dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen, maka konsumen akan lebih merasa aman dalam membeli barang atau jasa. Dan untuk meningkatkan harkat dan martabat konsumen perlu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, kepedulian, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi dirinya serta menumbuhkembangkan sikap perilaku usaha yang bertanggung jawab.

Konsumen juga akan mendapatkan kepastian atas mutu, jumlah, dan keamanan barang atau jasa yang diperolehnya di pasar. Konsumen akan memperoleh kesejahteraan yang diperoleh dari perdagangan tanpa merugikan konsumen. Seperti dalam membeli barang atau jasa, sebagai pelaku usaha harus jujur dalam berdagang agar konsumen tidak kecewa atau merugi atas barang atau jasa yang dibelinya.

Dalam pasal 4 diketahui hak konsumen adalah :
a. hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa,
b. hak untuk memilih barang danatau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan,
c. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa,
d. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan atau jasa yang digunakan,
e. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut,
f. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen,
g. hak unduk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif,
h. hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya,
i. hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Dalam pasal 5 disebutkan kewajiban konsumen adalah :
a. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan atau jasa, demi keamanan dan keselamatan,
b. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan atau jasa,
c. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati,
d. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Dalam hak-hak konsumen disebutkan bahwa konsumen dapat hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa. Apakah barang tersebut yang dibeli dalam keadaan baik atau baru, apakah aman atau tidak. Denagn begitu konsumen akan lebih savety dalam membeli barang atau jasa. Dalam pasal 6 pun disebutkan bahawa pelaku usaha dalam memperdagangkan barang atau jasa dilarang untuk tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, jadi para pelaku usaha tidak akan berani melakukan hal-hal yang dapat merugikan konsumen dan lebih banyak mengunytungkan pelaku usaha.

Di dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen terdapat pasal 5 yang berisi tentang kewajiban konsumen. Di dalamnya mencakup hal-hal yang diwajibkan konsumen dalam melakukan transakai pembelian, seperti membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan atau jasa, demi keamanan dan keselamatan, dan hal-hal lainnya. Konsumen juga harus berhat-hati dalam memilih barang, untuk lebih memperhatikan kualitas, mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang atau jasa tersebut. Agar konsumen tidak dirugikan atau di bohongi.

Jika adanya keteledoran dari pelaku uasah, pelaku usaha harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, misalnya Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen ini, konsumen akan lebih percaya untuk membeli barang atau jasa, karena banyak hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen dan konsumen juga akan merasa senang, mandapatkan kepuasan atas barang atau jasa yang dibelinya.

Sumber :
http://prokum.esdm.go.id/uu/1999/uu-8-1999.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s