Tugas 4

Pengertian IFRS

International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB), sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi, dapat dimengerti, diterapkan, dan diterima secara internasional.

International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar yang dibuat oleh International Accounting Standards Boards (IASB) dengan tujuan memberikan kumpulan standar penyusunan laporan keuangan perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas tinggi, dapat diperbandingkan dan transparan yang digunakan oleh investor di pasar modal dunia maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder). Saat ini banyak negara-negara di Eropa, Asia, Afrika, Oseania dan Amerika yang menerapkan IFRS. Standar akuntansi internasional (International Accounting Standards atau IAS) di susun oleh 4 organisasi utama dunia ,yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC) dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).

International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sangat berkepentingan dengan IFRS karena dapat memperkuat integritas pasar modal international dengan cara mempromosikan standar akuntansi berkualitas tinggi, termasuk penerapan standar yang cermat dan hati-hati dan penegakan hukum.

IFRS merupakan kelanjutan dari International Accounting Standards (IAS) yang sudah ada sejak tahun 1973 dan digunakan secara luas oleh negara-negara di Eropa, Inggris dan negara-negara persemakmuran Inggris. IAS disusun oleh International Accounting Standards Committee (IASC). IASC bertahan sampai dengan 2001 dan perannya digantikan IASB.

 

Standarisasi, Harmonisasi, dan Konvergensi

Standarisasi berbeda dengan harmonisas (choi, 2005). Standarisasi adalah penetapan aturan yang kaku, sempit, dan bahkan mungkin penerapan atau standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antar negara, oleh karena itu sulit diimplementasikan secara internasional.

Harmonisasi jauh lebih terbuka dan fleksibel, tidak menggunakan penedekatan satu untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan. Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik tersebut dapat beragam. Standar Harmonisasi bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan daya banding informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara. Secara sederhana harmonisasi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.

Menurut media Akuntansi Desember 2005, Harmonisasi akuntansi dimaksudkan agar standar akuntansi yang dikeluarkan oleh badan penyusun standar di setiap negara selaras dengan IAS (International Accounting Standards) yang ditetapkan oleh IASC. Tidak perlu sama pengaturannya secara teknis, asalkan tidak saling bertentangan maka standar akuntansi nasional dikatakan harmonis dengan IAS. Pada tahun 1980-1990an, harmonisasi adalah kata yang sering disebut, namun pada tahun 1990-saat ini, dikalangan profesi akuntan di dunia menggunakan istilah konvergensi. Konvergen atau convergen menurut IASB adalah “the same word by word English”.

 

Berikut beberapa negara-negara yang telah mengadopsi IFRS :

1. Kanada

Adopsi IFRS di Kanada tidak tanggung-tanggung karena semua perusahaan publik di Kanada hanya punya pilihan menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya. IFRS yang berlaku pun langsung bersumber dari IASB. Namun, Kanada termasuk Negara yang cukup “hati-hati” dalam mengadopsi IFRS, terbukti Kanada memberikan waktu transisi yang lebih panjang untuk beberapa industri tertentu yang dirasa butuh persiapan lebih panjang.

 

2. Korea Selatan

Sebagai anggota dari G 20, Korea Selatan telah mewajibkan semua perusahaan dan lembaga keuangan yang terdaftar untuk menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya sejak tahun 2011. Korea Selatan termasuk Negara yang paling banyak mengacu pada IFRS mengingat tidak hanya perusahaan yang go public, perusahaan privat dan UKM pun banyak yang menggunakan IFRS dalam penyusunan laporan keuangannya, dimana IFRS yang dianut adalah IFRS yang dipublikasikan langsung oleh IASB. Sistem hukum yang dianut oleh Korea Selatan adalah hukum kode (Eropa Continental).

 

3. Meksiko

Meksiko mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah go public dalam menyusun laporan keuangannya. CNBV merupakan lembaga otoritas jasa keuangan dan perbankan di Meksiko yang menetapkan penggunaan IFRS di Negara ini. Periode pengadopsian dimulai secara sukarela mulai tahun 2008 dan sudah diwajibkan mulai tahun 2012. IFRS yang diadopsi di Meksiko bersumber langsung dari IASB tanpa adanya perubahan-perubahan ataupun tambahan. Selain itu, Meksiko menetapkan agar laporan keuangan perusahaan harus diaudit sesuai dengan standar audit internasional. Sistem hukum yang dianut oleh Meksiko adalah hukum kode.

 

4. Amerika Serikat

Sistem hukum yang dianut negara ini adalah system Hukum Umum, karena menyatakan penyajian akuntansinya berorientasi secara wajar, dengan landasan GAAP. Berikut merupakan usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Amerika:

a. Akuntansi penggabunggan usaha, sama.

b. Goodwill dikapitalisasi dan diuji impairment –nya (sama)

c. Pencatatan investasi dalam perusahaan investasi 20%-50%, metode ekuitas (sama)

d. Penilaian aset di AS: biaya historis, IFRS: biaya historis dan nilai wajar.

e. Penuyusutan: manfaat ekonomis (sama)

f. LIFO digunakan di AS, dilarang di IFRS

g. Akuntansi kemungkinan kerugian diakrukan (sama)

h. Leases dikapitalisasi (sama)

i. Pajak tangguhan diakrukan (sama)

j. Tidak ada pencadangan perataan penghasilan (sama)

 

5. Belanda

Belanda merupakan negara yang menganut system Hukum Kode, walaupun penyajian akuntansinya berorientasi kearah penyajian yang wajar. Akuntansi Belanda telah dipengaruhi oleh Negara Amerika Seikat dan Inggris. Berikut  Usaha Konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Belanda:

a. Metode akuntansi penggabungan usaha (sama)

b. Goodwill dari akuisisi dikapitalisasi dan diamortisasi sedang di IFRS dikapitalisasi dan diuji impairment

c. Pencatatan investasi pada perusahaan asosiasi 20%-50% (sama)

d. Penilaian aset dengan biaya historis dan nilai wajar (sama)

e. Penyusutan aset tetap menggunakan manfaat ekonomik (sama)

f.  LIFO diizinkan sedang IFRS melarang

g. Akuntansi kemungkinan kerugian diakrukan (sama)

h. Leases dikapitalisasi (sama)

i. Pajak tangguhan diakrukan (sama)

j. Pencadangan perataan penghasilan masih ada, sedang IFRS melarang.

 

6. Inggris

Inggris merupakan negara kesatu didunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Inggris merupakan negara yang menganut system Hukum Umum, karena memiliki konsep ‘Penyajian wajar posisi keuangan dan hasil-hasil’ (the true and fair view). Berikut adalah usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Inggris:

a. Metode akuntansi penggabungan usaha dengan metode pembelian (sama)

b. Goodwill yang timbul karena akuisisi dikapitalisasi, sedang IFRS: diamortisasi

c. Pencatatan investasi dalam perusahaan asosiasi yang dimiliki 20%-50% (sama)

d. Penilaian aset dengan biaya historis dan nilai wajar (sama)

e. Penyusutan aset tetap di Inggris menggunakan manfaat ekonomik (sama)

f. LIFO dilarang (sama)

g. Akuntansi kemungkinan kerugian diakrukan (sama)

h. Leases keuangan dikapitalisasi (sama)

i. Pajak tangguhan di Inggris dikapitalisasi (sama)

j. Pencadangan untuk perataan penghasilan tidak diadakan (sama)

 

7. Jepang

Jepang merupakan negara yang menganut system Hukum Kode. Ini disebabkan Jepang memiliki tradisis kebersamaan yang berbeda dengan kelompok negara barat. IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh Financial Service Agency, dan diperbolehkan diterapkan untuk perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat tertentu  Berikut usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan Jepang :

a. Praktek akuntansi yang sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, akuntansi kemungkinan kerugian, leases, pajak yang ditangguhkan, cadangan perataan laba.

b. Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian asset, penyusutan asset, penilaian persediaan

 

8. Jerman

Negara ini menganut system Hukum Kode. Sehingga standar akuntansi di Jerman tergantung pada undang-undang. IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian Akuntansi di Jerman didesain untuk menghitung jumlah penghasilan yang hati-hati. Berikut adalah usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Jerman:

a. Praktek akuntansi yang sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi,  akuntansi kemungkinan kerugian, cadangan perataan penghasilan

b. Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian asset, penyusutan asset, penilaian persediaan, leases, pajak yang ditangguhkan,

 

9. Perancis

Negara Perancis adalah negara yang menganut system Hukum Kode. IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi oleh EU (European Union, penulis), dan telah dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian.Undang-undang akuntansi kesatu kali diakui pada September 1947. Berikut beberapa praktik akuntansi yang dikonvergensi dengan IFRS antara lain :

a. Beberapa aturan yang sama dengan IFRS adalah : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, penilaian persediaan

b. Sedang yang belum sama adalah : goodwill, penilaian aset, penyusutan, leases, pajak yang ditangguhkan, ada cadangan untuk perataan penghasilan.

 

10. Republik Cheko

Negara ini menganut system Hukum Umum. Sejak 1 januari 2002, peraturan mengenai akuntansi diarahkan untuk ke penggunaan IIAS/IFRS. Berikut konvergensi IFRS yang dilakukan oleh Republik Cheko:

a. Aturan yang sudah sama adalah: metode akuntansi penggabungan, pencatatan investasi, penyusutan asset, penilaian persediaan, akuntansi kemungkinan kerugian, pajak yang ditangguhkan.

b. Aturan yang belum sama adalah : pencatatan goodwill, penilaian asset, leases, pencadangan untuk perataan penghasilan.

 

11. Cina

Negara Ini menganut system Hukum Umum. Berikut konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Cina:

a. Banyak peraturan Akuntansi di Cina yang sudah sesuai dengan IFRS, yakni : metode penggabungan usaha, goodwill, pencatatan investasi, penyusutan asset, penilaian persediaan, akuntansi kemungkinan kerugian, leases dan pajak yang ditangguhkan.

b. Yang masih belum sama adalah tentang : penilaian asset dan pencadangan untuk perataan penghasilan.

 

12. India

India menganut system Hukum umum. Berikut adalah konvergensi IFRS yang dilakukan oleh Negara India adalah dimana Peraturan di India sebagian besar sama dengan IFRS, kecuali untuk pencadangan perataan penghasilan yang masih diperbolehkan di India.

 

13. Australia

IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi secara lokal, dan telah  dipersyaratkan penerapannya untuk laporan keuangan konsolidasian. Sistem Hukum yang dianut Australia adalah Hukum Umum

 

14. Indonesia

Indonesia adalah negara yang menganut system Hukum Kode, dimana penyajian laporan keuangannya adalah untuk “penyajian wajar” bukan untuk “kebenaran dan kewajaran”. Konvergensi yang dilakukan Indonesia dengan IFRS adalah, masih sedikit SAK di Indonesia yang sama dengan IFRS, yaitu tentang penyusutan, akuntansi untuk kerugian, leases, pajak yang ditangguhkan dan perataan penghasilan. Aturan yang lain belum sesuai dengan IFRS.

 

Penggunaan Hukum Umum dan Hukum Kode

Hukum Umum

Hukum umum, Common law, hukum kasus (case law) atau preseden (precedent) adalah hukum yang dibangun oleh dewan peradilan melalui putusan-putusan pengadilan dan tribunal yang serupa, yang diterima melalui proses legislasi atau peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga eksekutif. Esensi hukum umum adalah bahwa hukum ini dibuat oleh hakim yang duduk di pengadilan dengan menerapkan logika dan pengetahuan mereka tentang sistem hukum terdahulu (stare decisis). Keputusan pengadilan bersifat mengikat bagi pengadilan-pengadilan di bawahnya. Sumber-sumber hukum terdiri dari putusan-putusan hakim, kebiasaan-kebiasaan, serta peraturan-peraturan tertulis undang-undang dan peraturan administrasi negara, walaupun banyak landasan bagi terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis akan tetapi kebanyakan itu berasal dari putusan-putusan dalam pengadilan.

Suatu negara menggunakan hukum umum dikarenakan negara tersebut menginginkan hukum yang berlaku di negaranya tidak harus dibatasi oleh undang-undang tetapi hakim diberikan kebebasan untuk melaksanakan undang-undang atau mengabaikannya. Sehingga dapat disimpulkan pula bahwa sumber hukum utamanya adaalah putusan-putusan hakim terdahulu (yurisprudensi).

 

Hukum Kode

Sistem hukum kode atau hukum sipil adalah serangkaian hukum yang lengkap mencakup ketentuan dan prosedur, yang tentu aturan akuntansi akan dikombinasikan dan diselaraskan dengan hukum nasional. Hukum kode ini sangatlah kompleks dan lengkap. Hukum sipil merupakan hukum yang dikenalkan dan dipelopori oleh sebagian besar negara di benua Eropa. Itulah sebabnya sistem hukum ini juga sering dikenal dengan nama hukum eropa continental.

Suatu negara menggunakan hukum kode dikarenakan negara tersebut menginginkan hukum yang berlaku di negaranya bersifat kompleks dan lengkap. Sistem hukum kode memungkinkan mencakupnya ketentuan dan prosedur secara lengkap, serta aturan akuntansi akan dikombinasikan dan diselaraskan dengan hukum nasional.

 

Sumber :

http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2014/04/tiga-negara-yang-paling-banyak-mengacu.html

http://anisa26.wordpress.com/2014/05/04/negara-yang-menerapkan-ifrs-terbanyak/

http://wahyusaputro88.blogspot.com/2014/04/negara-dan-perusahaan-yang-mengacu-pada_21.html

 

 

 

Tugas 3

1.         Sejauhmana  adopsi IFRS telah diterapkan dalam Laporan Keuangan di Indonesia ?

Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia 

Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008).

  • Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
  • Sampai Thn. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
  • Tahun. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
  •  Tahun. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
  • Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
  • Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
  • Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
  • Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya?

 

Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia

Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board. Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut.

Untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional, DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia, terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah, dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual.

 

2.         Bagaimana sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi) ?

Hamonisasi telah berjalan cepat dan efektif, terlihat bahwa sejumlah besar perusahaan secara sukarela mengadopsi standar pelaporan keuangan Internasional (IFRS). Banyak Negara yang telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan dan menggunakan IFRS sebagai dasar standar nasional. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan investor institusional dan pengguna laporan keuangan lainnya. Usaha-usaha standar internasional ini dilakukan secara sukarela, saat standarinternasional tidak berbeda dengan standar nasional, maka tidak akanada masalah, yang menjadi masalah, apabila standar internasionalberbeda dengan standar nasional. Bila hal ini terjadi, maka yangdidahulukan adalah standard nasional (rujukan pertama).Banyak pro dan kontra dalam penerapan standar internasional,namun seiring waktu, standar internasional telah bergerak maju, danmenekan negara-negara yang kontra.

Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. Indonesia sudah melakukannya namun sifatnya baru harmonisasi, dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar internasional tersebut. Adopsi standar akuntansi internasional tersebut terutama untuk perusahaan publik. Hal ini dikarenakan perusahaan publik merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional tetapi juga secara internasional. Jika ada perusahaan dari luar negeri ingin menjual saham di Indonesia atau sebaliknya, tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam menyusun laporan.

Ada beberapa pilihan untuk melakukan adopsi, menggunakan IAS apa adanya, atau harmonisasi. Harmonisasi adalah, kita yang menentukan mana saja yang harus diadopsi, sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan) nomor 24, itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. Standar ini berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit.

Kerugian yang akan kita hadapi bila kita tidak melakukan harmonisasi, adalah berkaitan dengan kegiatan pasar modal baik modal yang masuk ke Indonesia, maupun perusahaan Indonesia yang listing di bursa efek di Negara lain. Perusahaan asing yang ingin listing di BEI akan kesulitan untuk menerjemahkan laporan keuangannya dulu sesuai standart nasional kita, sedangkan perusahaan Indonesia yang akan listing di Negara lain, juga cukup kesulitan untuk menerjemahkan atau membandingkan laporan keuangan sesuai standart di negara tersebut. Hal ini jelas akan menghambat perekonomian dunia, dan aliran modal akan berkurang dan tidak mengglobal.

 

3.         Apa manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya ?

Tujuan perusahaan melakukan adopsi IFRS adalah untuk mendapatkan legitimasi dari lingkungan bisnisnya. Dampak legitimasi berpengaruh terhadap lingkungan eksternal maupun internal perusahaan. Dampak terhadap lingkungan eksternal antara lain adalah calon investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di perusahaan tersebut karena laporan keuangan yang mudah dipahami. Sedangkan dampak terhadap internal perusahaan misalnya SDM pada perusahaan tersebut lebih unggul daripada SDM di perusahaan lain karena memiliki IFRS capability (Almilia, 1997).

 

Manfaat dari adanya suatu standard global:

  1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak diseluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal.
  2. Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik.
  3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi.
  4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.

 

Menurut Suharto (2005) ada 4 manfaat dari proses adopsi IFRS yang dilakukan oleh perusahaan bagi masyarakat maupun bagi perusahaan itu sendiri, yaitu:

1. Efisiensi biaya

2. Kepentingan masyarakat semakin terlindungi

3. Adanya ekspansi ekonomi yang lebih besar

4. Investasi mengarah pada transparansi

 

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Petreski (2006) manfaat yang diperoleh dari pengadopsian IFRS terbagi menjadi dua manfaat, yaitu manfaat yang terkait dengan laporan keuangan dan manfaat yang terkait dengan manajemen. Manfaat yang terkait dengan manajemen perusahaan adalah sebagai berikut:

1)      Persyaratan akan item-item pengungapan akan semakin tinggi, karena pengungkapan yang semakin tinggi berhubungan dengan nilai perusahaan yang semakin tinggi pula.

2)      Manajemen memiliki akuntabilitas yang tinggi dalam menjalankan perusahaan.

3)      Laporan keuangan perusahaan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan perusahaan, karena laporan keuangan perusahaan tersebut menghasilkan informasi yang lebih relevan, krusial dan akurat.

4)      Laporan keuangan perusahaan akan lebih mudah dipahami, dapat diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva, hutang, ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan.

5)      Dengan mengadopsi IFRS, akan membantu investor dalam mengestimasikan invetasi pada perusahaan berdasarkan data-data laporan keuangan perusahaan pada tahun sebelumnya.

6)      Dengan semakin tingginya tingkat pengungkapan suatu perusahaan maka berdampak pada rendahnya biaya modal perusahaan.

7)      Dan terakhir, rendahnya biaya untuk mempersiapkan laporan keuangan berdasarkan IFRS.

Manfaatnya bagi perekonomian Indonesia adalah :

  1. Mampu bersaing di pasar global

Dengan dipakainya standar internasional, manfaat yang diperoleh adalah mampu memasuki pasar global dan bersaing di dalamnya. Perusahaan yang professional, mampu beradaptasi dengan dunia

dan tekanan internasional.

  1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
  2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
  3. Keterbukaan investor asinguntuk berinvestasi di Indonesia.

 

4.         Buatlah daftar perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia.

Indonesia sudah mengadopsi tahap pertama dari konversi IFRS pada 1 Januari 2012, yang secara material sama dengan IFRS versi tanggal 1 Januari 2009 dan sudah siap untuk mengadopsi penuh IFRS. Implementasi IFRS akan menyebabkan perubahan dalam proses pengakuan, pengukuran dan pencatatan. Penerapan IFRS sebagai standar pelaporan keuangan global harus diterapkan guna mewujudkan cita-cita menyetarakan diri dengan lembaga keuangan bertaraf internasional di seluruh dunia (Muliaman). Di Indonesia semua perusahaan Tbk (yang sudah listing di BEJ) wajib pakai IFRS.Berikut ini adalah daftar dari beberapa perusahaan di berbagai negara yang mengacu IFRS dalam penyusunan laporan keuangannya:

1. PT Adhi Karya, Tbk
2. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
3. PT Pertamina (persero), Tbk
4. PT Jasa Marga, Tbk
5. PT Freeport Indonesia, Tbk
6. PT Astra Indonesia, Tbk
7. PT Garuda Airlines Indonesia Tbk
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
9. PT Mustika Ratu, Tbk
10. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

 

5.         Profile perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia.

1. PT Adhi Karya, Tbk

DHI berawal dari perusahaan milik Belanda bernama Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Associatie N.V.), yang dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan sebagai PN Adhi Karya pada tanggal 11
Maret 1960. sionalisasi ini bertujuan untuk memacu pembangunan infrastruktur di Indonesia. Terhitung sejak tanggal 1 Juni 1974, ADHI menjadi Perseroan Terbatas, berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia. ADHI merupakan Perseroan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (d.h. Bursa Efek Jakarta) sejak 18 Maret 2004, dimana pada akhir tahun 2003 negara Republik Indonesia telah melepas 49% kepemilikan sahamnya kepada masyarakat melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

 

2. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“Telkom”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di negara ini. Dengan statusnya sebagai perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan public offering without listing (“POWL“) di Jepang.

Layanan telekomunikasi dan jaringan Telkom sangat luas dan beragam meliputi layanan dasar telekomunikasi domestik dan internasional, baik menggunakan jaringan kabel, nirkabel tidak bergerak (Code Division Multiple Access atau “CDMA”) maupun Global System for Mobile Communication (“GSM”) serta layanan interkoneksi antar operator penyedia jaringan. Di luar layanan telekomunikasi, Telkom juga berbisnis di bidang Multimedia berupa konten dan aplikasi, melengkapi portofolio bisnis Perusahaan yang disebut TIME. Bisnis telekomunikasi adalah fundamental platform bisnis Perusahaan yang bersifat legacy, sedangkan portofolio bisnis lainnya disebut sebagai bisnis new wave yang mengarahkan Perusahaan untuk terus berinovasi pada produk berbasis kreatif digital. Hal tersebut mempertegas komitmen Telkom untuk terus meningkatkan pendapatan di dalam situasi persaingan bisnis di industri ini yang sangat terbuka.

 

3. PT Pertamina (persero), Tbk

Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

 

4. PT Jasa Marga, Tbk

Untuk mendukung gerak pertumbuhan ekonomi, Indonesia membutuhkan jaringan jalan yang handal. Melalui Peraturan Pemerintah No. 04 Tahun 1978, pada tanggal 01 Maret 1978 Pemerintah mendirikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tugas utama Jasa Marga adalah merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol serta sarana kelengkapannya agar jalan tol dapat berfungsi sebagai jalan bebas hambatan yang memberikan manfaat lebih tinggi daripada jalan umum bukan tol.

Pada awal berdirinya, Perseroan berperan tidak hanya sebagai operator tetapi memikul tanggung jawab sebagai otoritas jalan tol di Indonesia. Hingga tahun 1987 Jasa Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia yang pengembangannya dibiayai Pemerintah dengan dana berasal dari pinjaman luar negeri serta penerbitan obligasi Jasa Marga dan sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh Perseroan, Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan industri jalan tol di Tanah Air yang mulai dioperasikan sejak tahun 1978.

 

5. PT Freeport Indonesia, Tbk

Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. FCX mengelola beragam aset besar berusia panjang yang tersebar secara geografis di atas empat benua, dengan cadangan signifikan terbukti dan terkira dari tembaga, emas dan molybdenum. Mulai dari pegunungan khatulistiwa di Papua, Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat, gunung api megah di Peru, daerah tradisional penghasil tembaga di Chile dan peluang baru menggairahkan di Republik Demokrasi Kongo, kami berada di garis depan pemasokan logam yang sangat dibutuhkan di dunia.

Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. merupakan perusahaan publik di bidang tembaga yang terbesar di dunia, penghasil utama di dunia dari molybdenum – logam yang digunakan pada campuran logam baja berkekuatan tinggi, produk kimia, dan produksi pelumas – serta produsen besar emas. Selaku pemimpin industri, FCX telah menunjukkan keahlian terbukti untuk teknologi maupun metode produksi menghasilkan tembaga, emas dan molybdenum. FCX menyelenggarakan kegiatan melalui beberapa anak perusahaan utama; PTFI, Freeport-McMoRan Corporation dan Atlantic Copper.

 

6. PT Astra Indonesia, Tbk

Astra pertama kali didirikan sebagai perusahaan perdagangan di sebuah ruang kecil di Jakarta pada tahun 1957. Di usia yang ke-56 tahun saat ini, Astra telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar nasional yang diperkuat dengan 189.459 orang karyawan di 178 perusahaan termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities

Ketekunan dalam menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai perusahaan ternama di mancanegara telah mengantarkan banyak peluang bagi Astra untuk melayani berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia melalui 6 bidang usahanya, yang terdiri dari: Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik dan Teknologi Informasi.

 

7. PT Garuda Airlines Indonesia Tbk

Sejarah penerbangan komersial di Indonesia dimulai ketika masyarakat Indonesia dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan mereka.Penerbangan komersial pertama dari Calcutta ke Rangoon dibuat pada tanggal 26 Januari 1949, menggunakan pesawat DC-3 Dakota dengan nomor ekor “RI 001” dan nama “Indonesian Airways”. Pada tahun yang sama, pada tanggal 28 Desember 1949, pesawat DC-3 lain terdaftar sebagai PK-DPD dan dicat dengan “Garuda Indonesian Airways” logo terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Ini Apakah penerbangan pertama yang dibuat di bawah nama Garuda Indonesian Airways.

Kemudian, di tahun kemudian, pada tahun 1950, Garuda Indonesia resmi menjadi sebuah perusahaan milik negara. Selama periode itu, perusahaan mengoperasikan armada dari 38 pesawat yang terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina fliying perahu, dan 8 Convair 240. Armada Garuda Indonesia terus tumbuh, dan akhirnya melakukan penerbangan pertama ke mekkah membawa jamaah haji Indonesia pada tahun 1956. Pada tahun 1965, penerbangan pertama ke negara-negara Eropa didemonstrasikan dibuat dengan Amsterdam sebagai destinantion akhir.

Garuda Indonesia armada dan operasi mengalami revitalisasi dan restrukturisasi skala besar sepanjang tahun 1980. Hal ini mendorong Perseroan untuk mengembangkan program pelatihan komprehensif bagi awak udara dan tanah dan mendirikan fasilitas pelatihan khusus di Jakarta Barat, bernama Training Center Garuda Indonesia. Di samping Perseroan juga membangun Pemeliharaan Pusat Aircraf di-Soekarno Hatta International Airport. Kemudian pada awal 1990-an, Garuda Indonesia mengembangkan strategi pertumbuhan jangka panjang yang diterapkan sampai tahun 2000. Perseroan juga terus memperluas armada menempatkan Garuda Indonesia di antara 30 maskapai penerbangan terbesar di dunia.

 

8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dulunya PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi) (IDX: ICBP) yang didirikan pada tahun 1990 oleh  Sudono Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma, merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia.  Perusahaan ini kemudian diganti dengan nama Indofood pada tahun 1990.

Indofood mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa dan bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

Sebagai Perusahaan Perintis Makanan, Indofood membawa misi untuk terus berinovasi, fokus pada kebutuhan konsumen, memberikan merk besar dengan kinerja tak tertandingi, memberikan produk berkualitas yang dicintai oleh konsumen,  terus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia,memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan, serta  terus meningkatkan pendapatan para pemegang saham.

 

9. PT Mustika Ratu, Tbk

Awal pendirian PT.Mustika Ratu pada tahun 1975, dimulai dari garasi kediaman Ibu BRA. Mooryati Soedibyo. Tahun 1978 PTMustika Ratu mulai menjalankan usahanya secara komersial, yaitu dengan memproduksi jamu yang didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan. Dalam perkembangannya permintaan konsumen semakin meningkat, hingga pada tahun 1980-an PT.Mustika Ratu mulai mengembangkan berbagai jenis kosmetika tradisional.

Pada tanggal 8 April 1981 pabrik PT.Mustika Ratu resmi di operasikan. Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan serta mewujudkan visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan Jamu Alami Berteknologi Tinggi Terbaik di Indonesia. PT.Mustika Ratu melakukan penawaran umum perdana dan mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada tahun 1995.PT.Mustika Ratu meulai menerapkan standar internasional ISO 9002 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan sejak tahun 1996

Ruang lingkup kegiatan PT.Mustika Ratu meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan.

 

10. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

 

Sumber :

Anjasmoro, Mega. 2010. Adopsi International Financial Report Standard:“Kebutuhan Atau Paksaan?”Studi Kasus Pada Pt. Garuda Airlines Indonesia. Universitas Diponegoro Semarang.

http://ikhwamuji.wordpress.com/2014/01/07/standar-akuntansi-keuangan-dan-perkembangannya-di-indonesia-melaui-ifrs/

http://vviittaa.wordpress.com/2012/06/26/perkembangan-akuntansi-internasional/

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

PTMustika Ratu, Tbk

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

PT Garuda Airlines Indonesia Tbk

PT Astra Indonesia, Tbk

PT Freeport Indonesia, Tbk

PT Jasa Marga, Tbk

PT Pertamina (persero), Tbk

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

PT Adhi Karya, Tbk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Perkembangan Akuntansi Indonesia Dan Internasional Serta Organisasi – Organisasi Pembuat Standar Akuntansi Dan Audit Internasional

Sejarah perkembangan Akuntansi Indonesia Dan Internasional

 

  • Praktik Akuntansi

Pada hakikatnya para ahli akan sepakat apabila di katakan bahwa fungsi akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai lama, sejak adanya kejadian yang berhubungan dengan bisnis, bahkan sejak adanya kehidupan sosial ekonomi manusia. Hal ini terbukti dari berbagai penemuan-penemuan seperti dikemukakan Ernest Stevelinck dalam artikelnya yang berjudul Accounting in Ancient Times (The Accounting Historian Journal Volume 12 No. 1 (1985)) sebagai berikut :

Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang. Ribuan bukti catatan akuntansi dalam        kulit kayu (papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan     bahwa akuntansi itu telah ada lebih daripada 3000 tahun yang lalu dengan beberapa           tingkat kejelasan.

Pada tahun 3200 sebelum Masehi telah dikenal dua macam teknik akuntansi secara simultan. Pertama koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan dalam amplop. Jenis lainnya token disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai variasi yang lebih kompleks. Pemisahan ini menggambarkan perbedaan transaksi cash (Utang, Piutang, dll) dengan transaksi noncash (Persediaan, Peralatan, Tanah, dll) (Mattessich, 1987 ; 79).

  • Sejarah Metode Pencatatan Double Entry

Dalam berbagai literatur akuntansi konvensional banyak ditulis akuntansi lahir dari seorang pendeta itali, yaitu Lucas Pacioli dengan bukunya Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita yang diterbitkan tahun 1949 di Venice.

Pencatatan transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu perkiraan, tetapi            juga dilakukan pencatatan pada perkiraan lain. Menurut ijiri (1996), Pacioli             menjalaskan pencatatan transaksi perdagangan di Italia, dalam bab yang berjudul De     Computiset Scripturis dengan Double Entry Bookkeeping System. Persamaan             akuntansi double entry boookeeping adalah sebagai berikut,

Harta = Utang + Modal

Hasil penelitian-penelitian lainnya menyatakan bahwa ternyata akuntansi maupun double entry accounting, jauh sebelum itu sudah berkembang di tempat lain. Lucas Pacioli sendiri dalam bukunya menyatakan bahwa apa yang di tulisnya tentang double entry bookeeping adalah berdasarkan pada metode yang digunakan di Venice, Italia yang telah berkembang sebeumnya. Bahkan ia sendiri mengaku melakukan penjiplakan dari bahan manuscript asli dari Venice (siswanto, 2000).

Ia mengakui bahwa dirinya hanya menuliskan sebuah metode pencatatan pembukuan yang dianggapnya telah digunakan ratusan tahun sebelumnya, dan sudah digunakan secara umum oleh para pedagang pada masa itu dan bukan dirinyalah yang menemukan sistem pembukuan berganda tersebut (Adnan, 1997).

  • Perkembangan Ilmu Akuntansi

Revolusi industri di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.

Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.

  • Tahun 1775: pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun double entry.
  • Tahun 1800: masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
  • Tahun 1825: mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
  • Tahun 1850: laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
  • Tahun 1900: di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
  • Tahun 1925: banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:

a)      Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;

b)      Laporan keuangan mulai diseragamkan;

c)      Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan

d)     Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”.

  • Tahun 1950 s/d 1975: Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut:

a)      Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.

b)      Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).

c)      Analisis Cost Revenue semakin dikenal.

d)     Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.

e)      Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.

f)       Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.

g)      Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

  • Tahun 1975: mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:

a)      Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;

b)      Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;

c)      Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;

d)     Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan

e)      Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

  • Sejarah Akuntansi di Indonesia

Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari perkembangan akuntansi di negara asal perkembangannya. Dengan perkataan lain, negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendatipun tidak bisa disangkal bahwa di masyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki sistem akuntansi atau sistem pencatatan pelaporan tersendiri. Misalnya saja pada jaman keemasan Sriwijaya, Majapahit, Mataram. Zaman tersebut pasti memiliki sistem akuntansi tersendiri. Sayangnya sejauh ini penelitian mengenai hal ini masih belum dilakukan. Namun, Sukoharsono (1997) menilai akuntansi masuk ke Indonesia melalui pedagang Arab yang melakukan transaksi bisnis di kepulauan Nusantara.

Periodisasi perkembangan akuntasi Indonesia dapat dibagi atas zaman kolonial dan zaman kemerdekaan.

1. Zaman Kolonial

Zaman Voc

Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih abad ke 16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang. Kemudian mereka membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang dikenal dengan nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1619. BOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah transaksi dagangnya, baik frekuensi maupun nilainya terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun itu bisa dipastikan Maskapai Belanda telah melakukan pencatatan atas mutasu transaksi keuangannya.

Zaman Penjajahan Belanda

Setelah VOC bubar kekuasannya di ambil alih oleh kerajaan Belanda. Zaman penjajahan Belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada waktu itu catatan pembukuannya menekankan pada mekanisme debit dan kredit, yang antara lain dijumpai pada pembukuan Amphioen Socyteit di Btavia. Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha peredaran candu atau morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.

Zaman Penjajahan Jepang

Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan di Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatan tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).

2. Zaman Kemerdekaan

Sistem akuntansi yang berlaku awalnya di Indonesia adalah sistem akuntansi Belanda yang lebih dikenal dengan sistem tata buku. Sistem ini sebenarnya merupakan subsistem dari ilmu akuntansi dalam bidang metode pencatatan, jadi bukan seperti disiplin ilmu akuntansi yang dikenal di Amerika. Setelah kemerdekaan kebencian kepada Belanda juga mempengaruhi eksistensi perusahaan Belanda sehingga pada tahun 1950-an, perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk. Pada yang sama, perusahaan yang ada masih tetap mengikuti sistem akuntansi Belanda yang sudah mapan. Sejak saat ini muncullah dualisme sistem akuntansi di Indonesia.

Salah seorang dosen akuntansi senior Indonesia Dr. S. Hadibroto telah menulis disertasi tentang dua sistem ini dengan judul yang sudah diterjemahkan : Studi Perbandingan antara Akuntansi Amerika dan Belanda dan Pengaruhnya terhadap Profesi di Indonesia. Pada kesimpulan disertasinya beliau menyarankan agar Indonesia lebih baikmemilih sistem akuntansi Amerika dibandingkan dengan sistem akuntansi Belanda.


Organisasi – Organisasi Pembuat Standar Akuntansi Dan Audit Internasional

Akuntansi memiliki kerangka teori konseptual yang menjadi dasar pelaksanaan teknik-tekniknya, kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik, prinsip) dan praktik yang sudah di terima oleh umum karena penggnaanya dan kelohisannya. Standar itu disebut standar akuntansi.

Standar akuntansi mencakup konveksi, peraturan, dan prosedur yang sudah disususn dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu. Standar ini merupakan konsensus pada kala itu tentang pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban, modal, hasil, biaya, dan perubahannya dalam bentuk laporan keuangan. Dalam standar ini dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat; bagaimana mencatatnya , dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan.

Standar Akuntansi Internasional

Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS ) disusun oleh empat organisasi utama dunia. Organisasi tersebut yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al., 1999).

Komisi Masyarakat Eropa (EC) menekankan negara-negara anggota untuk menggunakan standar akuntansi internasional guna memasuki pasar modal pada banyak negara, sehingga mengurangi masalah operasional perusahaan multinasional dalam skala internasional. Penerapan standar akuntansi internasional di Eropa lebih bermotif untuk mempermudah jalan masuk ke pasar modal di banyak negara, khususnya Amerika Serikat dan negara-negara lokasi anak perusahaan. Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC) bertujuan untuk mengembangkan konsensus internasional, pertukaran informasi penyusunan standar baku untuk melindungi investor, dan pengawasan yang memadai dalam pasar modal. Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC) bertujuan untuk pengembangan profesi dan harmonisasi standar akuntan di seluruh dunia guna memberikan jasa yang konsisten dan memiliki kualitas yang tinggi guna kepentingan masyarakat (Choi, et al., 1999). Standar Akuntansi Internasional oleh beberapa organisasi tersebut diharapkan dapat mengatur praktik-praktik akuntansi secara internasional.

Khtisar Organisasi Besar International Yang Mendukung Konvergensi Akuntansi

Enam organisasi yang menentukan standar akuntansi international dan memajukan penyelarasan akuntansi international, yaitu:

1)      International Accounting Standards Board (IASB)

2)      Commision of the European Union (EU)

3)      International Organization of Securities Commissions (IOSCO)

4)      International Federation of Accountants (IFAC)

5)      United Nations Intergovernmental Working Group of Experts on Standards of Accounting and Reporting (ISAR)

6)      Organization for Economic Cooperation and Development Working Group on Accounting Standards (OECD Working Group)

1. International Accounting Standards Board (Iasb)

Tujuan dari IASB adalah :

  • Mengembangkan untuk kepentingan public, seperangkat standar akuntansi yang berkualitas tinggi, mudah dimengerti dan tidak sulit dilaksanakan, yang menuntut informasi berkualitas tinggi, transparansi dan sebanding mengenai laporan keuangan dan kondisi keuangan lainnya.
  • Memajukan penggunaan dan penerapan yang tepat dari standar-standar yang dibuat.
  • Memperhatikan kebutuhan khusus perusahaan kecil menengah dan perkembangan ekonomi guna memenuhi tujuan nomor (1) dan (2).
  • Meningkatkan kualitas konvergensi standar akuntansi di setiap negara serta Standar Akuntansi International dan Standar Pelaporan Keuangan International.

2. Uni Eropa (Europen Union-EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan eropa. Untuk tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi :

  1. Perubahan modal dalam tingkat EU
  2. Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang terintegrasi
  3. Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.

3. International Organization Of Securities Commissions (Iosco)

Tujuan dari IOSCO adalah:

  • Bekerja sama bersama untuk memajukan peraturan standar tinggi agar dapat memelihara pasar yang adil , efisien, dan baik.
  • Bertukar informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar domestic.
  • Menyatukan usaha setiap negara untuk membuat standard an pengawasan yang tepat terhadap transaksi sekuritas di setiap negara.
  • Saling membantu memajukan integritas pasar dengan menerapkan standar-standar secara teliti dengan menindak segala pelanggaran.

 

4. International Federation Of Accountants (Ifac)

Misi IFAC adalah memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia dan memberikan peran terhadap perkembangan ekonomi internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan kesetiaan terhadap standar professional berkualitas tinggi, memperluas konvergensi internasional, dan berbicara mengenai masalah kepentingan public dimana keahlian profesi tersebut lebih relevan.

5. Kelompok Kerja Para Ahli Antar Pemerintahan Pbb Dalam International Standards Of Accounting And Reporting (Isar)

ISAR didirikan tahun 1982, dengan cita-cita : memajukan transparansi, reliabilitas, dan keterbandingan akuntansi dan pelaporan badan hukum. begitu pun untuk meningkatkan pengungkapan pada penguasaan badan hukum oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang dan negara yang sedang mengalami transisi ekonomi.

 

6. Organization Of Economic Cooperation And Development (Oecd)

OECD merupakan organisasi internasional yang terdiri atas 30 negara perekonomian pasar (sebagian besar negara industri). Badan pengurus OECD bernama Dewan OECD dan memiliki jaringan sekitar 200 komite dan kelompok pekerja.

  • Sejarah Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia

SAK yang berkualitas merupakan salah satu pedoman pokok untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan bagi perusahaan. Dengan adanya standar akuntansi yang baik, maka laporan keuangan dapat menjadi lebih berguna dan menciptakan transparasi bagi perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi akuntansi di Indonesia, senantiasa berusaha untuk tanggap terhadap perkembangan yang terjadi, baik dalam lingkup nasional, regional, maupun global, khususnya dalam hal yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari dinamika kegiatan pengembangan standar akuntansi sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini. Setidaknya, terdapat tiga tonggak sejarah yang pernah dicapai sebelumnya dalam pengembangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia:

1. Menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI berhasil melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansiyang berlaku di Indonesia dalam suatu buku ”Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).” pada tahun 1973.

2. Tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya dalam buku ”Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha.

3. Tahun1994, setelah berlangsung selama 10 tahun IAI kembali melakukan revisi totalterhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam buku ”Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994.” IAI mengadopsi pernyataan International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar acuan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia

 

  • Sejarah Perkembangan Penyusun Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia

 IAI didirikan di Jakarta tanggal 23 Desember 1957. Pengembangan SAK di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1973 dengan dibentuknya Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur daripada GAAP dan GAAS. Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia yang bertugas menyusun dan mengembangkan Standar Akuntansi Keuangan. Kemudian komite PAI tersebut pada tahun 1994 diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan. Pada kongres VIII 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah kembali namanya menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) untuk masa bakti 1998–2002 dan diberi otonomi khusus untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Selain itu, juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk pada tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakukan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK.

Sumber :

– Harahap, Sofyan Syafri. Edisi revisi 2011. Teori Akuntansi. Pt Rajagrafindo Persada. Jakarta

http://www.slideshare.net/tarymarthen/makalah-teori-akuntansi-sejarah-perkembangan-akuntansi-jiantari-c-301-09-013

http://christomario.wordpress.com/2012/05/02/bab-viii-standar-audit-dan-akuntansi/

– Editorial Staff

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Bisnis, Unika Widya Mandala

Tugas Akuntansi Internasional

Tugas Akuntansi Internasional

 

Bursa Efek Jepang

 

1.         Tokyo Stock Exchange (TSE)

            Bursa Saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange, (TSE)) adalah bursa saham yang terletak di Tokyo, Jepang. Didirikan pada 15 Mei 1878. TSE didirikan sebagai gaisha Kabushiki dengan sembilan direksi, auditor empat dan delapan pejabat eksekutif. Kantor pusatnya terletak di 2-1 Nihonbashi -Kabutocho, Chūō, Tokyo , atau “Kabutocho”, yang merupakan terbesar distrik keuangan di Jepang . Jam operasional nya adalah 9:00-11:30, dan 12:30-03:00 Dari tanggal 24 April 2006, sesi perdagangan siang dimulai pada waktu biasa dari pukul 12.30 WIB.            

            Perdagangan dimulai di sana pada 1 Juni pada tahun yang sama. Bursa ini ditutup selama Perang Dunia II setelah pengorganisasian kembali, perdagangan dilanjutkan pada 16 Mei 1949 .Pada18 Januari 2006, akibat dugaan penggelapan uang di perusahaan Internet besar bernama Livedoor, terjadi penjualan saham besar-besaran yang mengakibatkan TSE untuk pertama kalinya ditutup lebih awal karena volume perdagangan pada hari tersebut telah mencapai jumlah yang hampir melampaui kapasitas sistem komputer di TSE sebesar 4,5 juta perdagangan per hari.

            Jepang sebagai Negara kepulauan dan Negara maju memiliki 3 bursa efek dari sebelum perang dunia kedua (1940-1945) yaitu di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Setelah perang usai bermunculan bursa efek baru menjadi 9 bursa efek.  Jepang dengan kondisi hancur lebur setelah perang dunia kedua, cepat pulih dengan mobilisasi dana masyarakat melalui bursa efek di Fukuoka, Hirosima, Niigata, Kyoto dan Sapporo. Jepang juga mendirikan pasar ketiga atau over the counter di Tokyo tahun 1941 yang diberi nama Japan Securities Dealers Association (JSDA). Sistem perdagangan bursa efek di kota tersebut mengikuti sistem perdagangan di Tokyo Stock Exchange yaitu investor jual dan investor beli melakukan order kepada broker efek, kemudian broker efek meneruskan order kepada saitori, yaitu petugas bursa yang bertugas mempertemukan order jual dan order beli. Perdagangan efek dilakukan di trading floor bursa efek oleh para broker dan saitori. Selain itu, investor juga dapat memesan melalui kantor-kantor broker efek yang terletak di luar gedung bursa yang akanmeneruskan order investor tersebut kepada floor tradernya yang ada di trading floor bursa efek.

 

 

 

2.         Bursa Efek Nagoya (NSE)

            Bursa Efek Nagoya (NSE) adalah penerus Nagoya Bursa Efek Co Ltd, yang didirikan pada tahun 1886. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1949 sebagai sebuah perusahaan dengan perusahaan efek sebagai anggota di bawah persyaratan Securities and Exchange Law.Pada tahun 2002, Nagoya Stock Exchange, Inc didirikan setelah demutualisasi dari NSE. Bursa Efek Nagoya adalah sebuah perusahaan saham yang menyediakan Exchange Securities Market di bawah otorisasi dari Perdana Menteri.

 

3.         Jepang Efek Group, Inc

            Jepang Efek Group, Inc adalahAsian jasa keuangan perusahaan yang mengoperasikan beberapa bursa efek termasuk Bursa Efek Tokyo dan Osaka Securities Exchange . Ini dibentuk oleh penggabungan dua perusahaan pada tanggal 1 Januari 2013. Ini adalah dunia ketiga terbesar (di belakang NYSE Euronext dan NASDAQ OMX Grup ) dan bursa terbesar di Asia.

 

4.         Osaka Securities Exchange (OSE)

            Osaka Securities Exchange Co, Ltd adalah yang terbesar kedua bursa efek di Jepang , dalam hal jumlah bisnis yang ditangani, didirikan pada Juni 1878. Pada tanggal 31 Desember 2007, Osaka Securities Exchange memiliki 477 perusahaan yang terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan sebesar USD 212 miliar. The Nikkei 225 Futures , diperkenalkan di Osaka Securities Exchange pada tahun 1988, sekarang menjadi indeks berjangka yang diakui secara internasional. Berbeda dengan Bursa Efek Tokyo , yang terutama berkaitan dalam perdagangan spot, kekuatan Osaka Securities Exchange adalah produk derivatif. The OSE adalah Derivatives Exchange terkemuka di Jepang dan itu pasar berjangka terbesar di dunia pada tahun 1990 dan 1991. Menurut statistik dari tahun 2003, Osaka Securities Exchange menangani 59% dari pasar indeks harga saham berjangka di Jepang, dan hampir 100% dari perdagangan di pasar opsi. Osaka Securities Exchange Co, yang terdaftar di pasar Hercules untuk startups pada bulan April 2004 adalah satu-satunya bursa efek Jepang yang go public di pasar sendiri.

 

Standar Akuntansi Jepang

            Jepang mempertimbangkan untuk menunda adopsi standar akuntansi global, International Financial Reporting Standard (IFRS) dengan pertimbangan bahwa andaikan adopsi IFRS dipaksakan bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham akan mengganggu pertumbuhan perusahaan-perusahaan di jepang dan akan menyebabkan beban administrasi yang besar.

            Menurut assisten menteri keuangan Jepang, Shozaburo Jimi mengemukakan, “andaikan  perusahaan-perusahaan Jepang diperlukan untuk  memberlakukan IFRS, maka akan membutuhkan cukup waktu, lima sampai tujuh tahun, untuk persiapan”. Jepang menunda pengenalan wajib standar akuntansi global setelah tanggal target awal tahun 2015.

Langkah untuk mengadopsi standar akuntansi internasional semakin cepat bergulir setelah terus menerus didorong oleh para regulator. Di Jepang, tahun 2009 Business Accounting Council telah mengusulkan agar semua perusahaan yang terdaftar di bursa saham Jepang menggunakan IFRS sebagai acuan untuk menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi mereka untuk tahun yang berakhir di 2015 atau 2016. Regulator menjadwalkan tahun depan untuk memutuskan apakah perubahaan standar ke IFRS akan diberlakukan sebagai mandat (wajib) bagi Jepang.

 

Sistem Akuntansi Jepang

            Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestic dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut pula. Pada paruh pertama abad ke-20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman pada paruh kedua, ide-ide dari AS yang berpengaruh. Akhir-akhir ini, pengaruh badan Badan Standar Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan besar terjadi dengan pembentukan organisasi sector swasta sebagai pembuat standar akuntansi.

            Jepang merupakan masyarakat tradisional dengan akar budaya dan agama yang kuat. Kesadaran kelompok dan saling ketergantungan dalam hubungan pribadi dan perusahaan berlawanan dengan hubungan independen yang wajar diantara individu-individu dan kelompok di negara-negara barat. Perusahaan Jepang saling memiliki ekuitas saham satu sama lain, dan sering kali bersama-sama memiliki perusahaan lain. Investasi yang saling bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut sebagai keiretsu. Bank sering kali menjadi bagian dari kelompok industri besar ini.

 

Pelaporan Keuangan

            Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi:

  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
  4. Laporan bisnis
  5. Jadwal terkait

           

            Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:

  1. Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
  2. Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
  3. Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
  4. Aktiva dalam penjaminan
  5. Jaminan utang
  6. Perubahan dalam provisi
  7. Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali
  8. Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.
  9. Piutang yang berasal dari anak perusahaan
  10. Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
  11. Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib
    Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan diaudit oleh auditor yang berwenang. Hukum komersial tidak mengharuskan laporan arus kas.

           

            Perusahaan yang mencatatkan sahamnya harus menyusun laporan keuangan sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal (SEL) yang secara umum mewajibkan laporan keuangan dasar yang sama dengan hukum komersial ditambah dengan laporan arus kas. Namun menurut SEL laporan keuangan konsolidasi yang utama bukan laporan keuangan induk perusahaan. Laporan keuangan dan skedul yang disusun sesuai dengan SEL harus diaudit oleh auditor independen. Ramalan arus kas untuk 6 bulan kedepan dimasukkan sebagai informasi tambahan dalam laporan kepada Kementerian Keuangan. Laporan ramalan lainnya juga dilaporkan. Secara keseluruhan, jumlah pelaporan ramalan perusahaan sangat besar di Jepang. Namun informasi ini hanya dilaporkan dalam laporan wajib dan jarang sekali disajikan dalam laporan tahunan untuk pemegang saham.

 

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur, Dagang, Jasa Yang Terdapat Di Negara Jepang Dengan Negara Indonesia

 

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

 

Pt. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk

Canon, Inc

Format Laporan Keuangan

1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

4. Laporan Arus Kas Konsolidasian

5. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

1. Consolidated Balance Sheets

2. Consolidated Statements of Income

3. Consolidated Statements of Comprehensive Income

4. Consolidated Statements of Equity

5. Consolidated Statements of Cash Flow

6. Notes to Consolidated Financil Statements

Consolidated Balance Sheets

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Consolidated Statements of Income

Tidak ada

Berisi tentang laba bersih, laba operasional, pajak penghasilan, dan kas deviden.

Consolidated Statements of Comprehensive Income

Berisi tentang penjualan neto, beban poko penjualan, laba komprehensif tahun berjalan, dan laba persaham yang didistribusikan.

Berisi tentang pendapatan konsolidasi dan pendapatan konsolidasi yg didistribusikan.

Consolidated Statements of Equity

 

Berisi tentang pembagian deviden dan laba tahun berjalan.

Berisi tentang laba tahun berjalan dan pendapatan komprehensif.

Consolidated Statements of Cash Flow

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Notes to Consolidated Financil Statements

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

 

Link laporan keuangan untuk Pt. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk : http://www.indofoodcbp.com/portals/1/AR/ICBP%202012_web.pdf

Link untuk laporan keuangan Canon, Inc : http://www.canon.com/ir/annual/2012/report2012.pdf

 

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

 

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart)

Lawson, inc

Format Laporan Keuangan

1. Laporan Posisi Keungan Konsolidasian

2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

4. Laporan Arus Kas Konsolidasian

5. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

1. Consolidated Balance Sheets

2. Consolidated Statements of Income

3. Consolidated Statements of Comprehensive Income

4. Consolidated Statements of Changes in Equity

5. Consolidated Statements of Cash Flows

6. Notes to Consolidated Financial Statements

Consolidated Balance Sheets

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Consolidated Statements of Income

Tidak ada

Berisi tentang pendapatan usaha, biaya dan beban usaha, pajak penghasilan, dan laba bersih

Consolidated Statements of Comprehensive Income

Berisi tentang penjualan neto, beban pokok penjualan laba bruto, laba, pendapatan komprehensif lain, laba komprehensif tahun berjalan, dan laba persaham dasar.

Berisi tentang pendapatan bersih sebelum hak minoritas, pendapatan komprehensif alinnya, dan laba komprehensif yang didistribusikan.

Consolidated Statements of Changes in Equity

Berisi tentang laba tahun berjalan dan deviden kas

Berisi tentang laba tahun berjalan dan pendapatan bersih.

Consolidated Statements of Cash Flows

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Notes to Consolidated Financial Statements

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

 

Link laporan keuangan untuk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) : http://corporate.alfamartku.com/data/File/Annual%20Report%20SAT%20(2012.pdf

Link laporan keuangan untuk Lawson, inc : http://tools.euroland.com/arinhtml/jp-law/2012/ar_eng_2012/DownloadFile/AR_ENG_2012_o.pdf

 

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

 

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Central Japan Railway Company

Format Laporan Keuangan

1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

4. Laporan Arus Kas Konsolidasian

5. Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

1. Consolidated Balance Sheets

2. Consolidated Statements of Income

3. Consolidated Statements of Comprehensive Income

4. Consolidated Statements of Changes in Equity

5. Consolidated Statements of Cash Flows

6. Notes to Consolidated Financial Statements

Consolidated Balance Sheets

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Consolidated Statements of Income

 

Tidak ada

Berisi tentang beban usaha, beban lain-lain, pajak penghasilan, dan laba bersih.

Consolidated Statements of Comprehensive Income

 

Berisi tentang pendapatan, laba usaha, laba sebelum pajak penghasilan, (beban) manfaat pajak pengahasilan, laba tahun berjalan, pendapatan (beban) komprehensif lain, jumlah laba komprehensif tahun berjalan, dan laba persaham dasar dan dilusian.

Berisi tentang pendapatan komprehensif lain dan yang diatribusikan.

Consolidated Statements of Changes in Equity

 

Berisi tentang pendirian entitas anak, deviden kas, laba (rugi) komprehensif tahun berjalan.

Berisi tentang pendapatan dan deviden tahun sebelumnya dan tahun sekarang

Consolidated Statements of Cash Flows

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

Notes to Consolidated Financial Statements

Tidak ada perbedaan

Tidak ada perbedaan

 

Link laporan keuangan untuk PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk : http://www.telkom.co.id/download/File/UHI/2013/AR2012/Telkom_Indonesia2012.pdf

Link laporan keuangan untuk Central Japan Railway Company : http://english.jr-central.co.jp/company/ir/annualreport/_pdf/annualreport2012.pdf

 

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Stock_Exchange

http://israhayati.wordpress.com/2011/07/29/standar-akuntansi-jepang/

http://donnyhasian.wordpress.com/2013/03/30/tugas-akuntansi-international-minggu-ke-3/

 

Tugas Softskill : Jika Aku Menjadi Akuntan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Jika saya menjadi seorang akuntan di Direktorat Jenderal Pajak atau DJP saya akan melaksanakan tugas dengan baik, mengutamakan kejujuran, menegakkan keadilan, dan bertanggung jawab dalam bekerja. Saya akan memberikan yang terbaik untuk negara dan masyarakat dengan mematuhi etika sebagai seorang akuntan DJP dan mematuhi kode etik sebagai seorang pegawai DJP.

Saya akan bersikap jujur dan lugas terhadap klien, bekerja secara efisien dan profesional. Memberikan pelayanan dan informasi yang jelas kepada klien dengan sebaik-baiknya. Membangun kepercayaan klien dengan menjaga informasi pribadi klien dan membangun kepercayaan masyarakat dan merubah opini masyarakat menjadi baik tentang profesi seorang akuntan DJP. Membangun dan menegakkan perilaku etis dalam lingkungan DJP dalam bentuk perilaku yang baik, selalu hormat kepada orang lain, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

            Saya akan melakukan harapan masyarakat untuk tata kelola yang baik sebagai seorang akuntan yang baik. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harapan publik.

1. Fisik : dalam hal pemakaian media saya akan memanfaatkan media komputer sebagai pengganti pemakaian kertas untuk mengurangi penebangan pohon yang berlebihan.

2. Moral : saya akan bertindak jujur, adil, dan transparan dalam bertugas. Tidak membeda-bedakan golongan baik kepada individu ataupun kelompok.

3. Aktivis pemangku kepentingan : saya akan memberikan pelayanan dan informasi dengan baik kepada klien dengan tidak memungut upah atau imbalan dari klien.

4. Ekonomi : saya akan bersikap transparan terhadap laporan keuangan agar masyarakat tahu dan bisa menilai laporan keuangan tersebut.

5. Persaingan : saya akan mematuhi kewajiban dan larangan khususnya sebagai seorang akuntan DJP dan akan bersaing secara sehat.

6. Penyimpangan keuangan : saya tidak akan melakukan penggelapan dan saya akan melaporkan jika ada penyimpangan keuangan yang dapat merugikan keuangan negara.

7. Kegagalan tata kelola : membuat reformasi tata kelola dengan baik untuk kepentingan umum dengan menerapakan etika di dalamnya.

8. Akuntabilitas : saya akan memberikan informasi yang jelas, lengkap, dan benar kepada klien dan terutama kepada para pemangku kepentingan.

9. Sinergi : saya akan selalu melakukan perubahan yang positif demi terciptanya kualitas kerja yang baik bagi masyarakat dan klien.

10. Penguatan hukum kelembagaan : dengan menggunakan pendekatan etika, dalam hal ini DJP merumuskan kode etik pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Dan berpedoman pada undang-undang yang berlaku.

Kasus Etika : Waste management , Inc (WMI)

ETIKA

PROFESI AKUNTANSI

 Nama Kelompok :

  • Rotua Lilis                   (26210257)
  • Scesar Sahala U           (26210424)
  • Shinta Prastanti D      (26210524)
  • Siti Filza Atika             (26210589) 
  • Stevi Grace Polii          (26210695)
  • Suciati Rukmini          (26210711)
  • Sulaiman                      (26210729)
  • Tika Dian Pertiwi        (26210896)

 

Waste management , Inc (WMI) didirikan oleh dua sepupu Dean Buntrock dan Wayne Huizenga. Perusahaan bergerak dalam industri pembuangan limbah di AS. Waste menjadi perusahaan manajemen limbah terbesar di AS. Sayangnya pertumbuhan sebenarnya didukung oleh “kebijakan akuntansi yang agresif” dan ketika profitabiltas dan pertumbuhan riil melambat pada awal periode 1990-an, Dean Buntrock dan rekan-rekannya mulai memanipulasi laporan keuangan perusahaan untuk menjaga tampilan kesuksesan perusahaan. Akhirnya, kurangnya pertumbuhan riil terungkap, manajemen tela berubah dan penyelidikan dimulai. Pada bulan februari 1998, WMI mengumumkan penyajian kembali laba yang dilaporkan dalam periode 1992-1996, mengakui bahwa keuntungan telah digelembungkan sebesar $3,54 miliar sebelum pajak. Dampaknya harga saham WMI tidak menguntungkan dan pertumbuhan saham mulai rusak.

SEC menyelidiki dan memasukan tuntutan atas kecurangan besar-besaran terhadap mantan pejabat WMI, Arthur Andersen sebagai auditor, dan beberapa mitra Arthur Andersen. Arthur Andersen dikenakan denda sebesar $7 juta, sedangkan mitra-mitranya dikenakan denda dan dilarang berpraktik lagi oleh SEC, untuk membayar tuntutan atas class action dari para pemegang saham, WMI membayar denda sebesar $677 juta ,dan Arthur Andersen membayar denda $95 juta.

Pada bulan juli 1997, Buntrock menyerahkan jabatannya untuk Ronald T. Lemay yang sebelumnya adalah seorang eksekutif di Sprint Corp. pada tanggal 29 oktober , setelah 3 bulan ia bekerja di WMI, ia mengundurkan diri dan kembali ke perusahaan lamanya. Namun, Lemay telah melakukan penyelidikan atas manipulasi akuntansi yang kemudian menjadi titik awal untuk mengetahui perlunya penyajian kembali laporan keuangan periode 1992-1996 yang diperlukan untuk mengoreksi berbagai penggelembungan dan titik awal untuk investigasi SEC berikutnya. Dalam informasi yang di rilis SEC pada tanggal 28 maret 2002, SEC membuat tuduhan sebagai berikut :

Terdakwa secara curang memanipulasi hasil keuangan perusahaan untuk memenuhi target laba yang telah ditentukan dengan secara tidak tepat menghilangkan dan menunda beban periode berjalan untuk melakukan banyak praktik akuntansi yang tidak benar untuk mencapai tujuan ini. Diantaranya :

  • Menghindari beban penyusutan truk sampah mereka dengan menetapkan nilai sisa yang tidak mendukung dan meningkat sisanya serta memeperpanjang masa manfaat.
  • Menetapkan nilai sisa dengan sewenang-wenang pada asset lain yang sebelumnya tidak memiliki nilai sisa.
  • Gagal untuk mencatat beban penurunan nilai dari tempat pembungan sampah karena mereka telah dipenuhi dengan sampah.
  • Menolak untuk mencatat beban yang diperlukan untuk menghapus biaya akibat ketidaksuksesan dan pengabaian proyek pengembangan tempat pembungan sampahnya.
  • Membentuk cadangan lingkungan yang meningkat sehubungan dengan akuisisi sehingga kelebihan cadangan dapat digunakan untuk menghindari pencatatan beban usaha yang tidak terkait.
  • Mengkapitalisasi berbagai biaya secara tidak benar
  • Gagal untuk membentuk cadangan yang cukup untuk membayar pajak penghasilan dan biaya-biaya lainnya.

Manipulasi ini menimbulkan jumlah agregat selama periode 992-1996 seperti ditunjukan oleh penyajian kembali kumulatif yang diumumkan pada awal tahun 1998 sebagaimana dilaporkan dalam keluhan SEC. Arthur Andersen melanjutkan tugasnya sebagai auditor perusahaan tetapi dengan pengawasan komite audit dan melibatkan KAP Big 5 lainnyauntuk mengawasi penyajian kembali laporan keuangan. Pada bulan februari 1998 WMI mengumumkan bahwa perusahaan menyajikan kembali laporan keuangan untuk periode 1992-1996 serta tiga kuatal pertama tahun 1997. Dalam penyajian kembali, melalui tiga kuartal pertama, perusahaan mengakui secara material telah menggelembungkan laba sebelum pajak sekitar $1,7 miliar dan mengecilkan elemen tertentu dari beban pajaknya sebesar $190 juta. Perusahaan mengakui bahwa secara keseluruhan perusahaan telah menggelembungkan laba bersih setelah pajak sebesar lebih dari $1 miliar.

Pada awal kecurangan , manajemen menutup biaya audit Andersen dan menyarankan para mitra Andersen bahwa KAP bisa mendapatkan biaya tambahan melalui “pekerjaan khusus”. Akan tetapi Andersen mengidentifikasi praktik akuntansi yang tidak benar serta mengukur dampaknya pada laporan keuangan perusahaan. Andersen menagih kantor pusat perusahaan WMI sebesar $7,5 juta untuk biaya audit. Hal tersebut berlangsung selama periode tuuh tahun. Namun, Andersen juga menagih biaya sebesar $11,8 juta untuk biaya lain diantaranya banyak yang terkait dengan pajak, layanan konsultasi, dan masalah regulasi. Selain itu entitas yang terkait, Andersen Consulting juga menagih kantor pusat WMI sebesar $6 juga untuk tambahan biaya non audit.

Namun, walaupun bersalah, Arthur Andersen tidak dipecat sebagai auditor WMI sampai tahun 2010. Menurut komite audit, Arthur Andersen terus membantu pemeriksaan akuntansi. “jika anda ingin menemukan dimana tulang dikuburkan, … ‘anda harus menggunakan anjing.’”. Arthur Andersen dan WMI telah digugat untuk beberapa class action oleh banyak pemegang saham yang marah. Tidak mengherankan jika timbul keyakinan bahwa para pemegang saham akan ditempatkan pada manajemen WMI dan pengumuman laba akan dating terkikis secara parah.

Kasus Etika : Waste Management, Inc.

1. Mengapa Arthur Andersen tidak menentang keinginan management WMI?

Jawab: Karena, Arthur Andersen tertarik untuk menerima tawaran uang sebesar $11,8 juta dari WMI diluar gaji pokok audit sebesar $7,5 juta untuk melakukan kecurangan keuangan yang besar, yaitu memanipulasi hasil keuangan perusahaan untuk memenuhi target laba yang telah ditentukan dengan menghilangkan dan menunda beban periode berjalan. Selain biaya tersebut ada sebuah entitas yang terkait yaitu Andersen Consulting yang menagih perusahaan WMI sekitar $6 juta untuk biaya tambahan non audit.

2. Apakah aspek-aspek model manajemen resiko yang keliru dipertimbangkan oleh mitra Arthur Andersen?

Jawab : Kebijakan akuntansi yang agresif dan ketika probabilitas dan pertumbuhan riil melambat pada awal tahun 1990an. Dean Buntrock mulai memanipulasi laporan keuangan perusahaan untuk menjaga tampilan kesuksesan perusahaan.

3. Kepada siapakah seharusnya Arthur Andersen dapat mengeluhkan jika manajemen WMI bertindak tidak benar ?

Jawab :

Komite Audit American Institute Certified of Publik Accountants (AICPA) menerbitkan SAS no. 60 dan 61 yang bertujuan untuk menciptakan link antara auditor dengan pemilik, yakni mela lui komunikasi antara auditor independen dengan komite audit. Hal penting yang disebutkan dalam standar tersebut, antara lain pengungkapan kelemahan pengendalian internal , adanya perbedaan pendapat dengan manajemen, pengaruh dari kebijakan akuntansi tertentu yang signifikan, serta kendala yang dihadapi dalam melakukan audit.

4. Apakah Dewan Direksi WMI dan Komite Audit melakukan pekerjaannya?

Jawab: Tidak, hal ini terbukti oleh WMI melakukan kecurangan keuangan yang besar, yaitu memanipulasi hasil keuangan perusahaan untuk memenuhi target laba yang telah ditentukan dengan menghilangkan dan menunda beban periode berjalan. Mereka melakukan banyak praktik akuntansi yang tidak benar untuk mencapai tujuan diantaranya yaitu :

  • Menghindari beban penyusutan truk sampah dengan emnetapkan nilai yang tidak mendukung dan meningkat sisa, serta memperpanjang masa manfaat.
  • Menetapkan nilai sisa dengan sewenang – wenang pada aset lain yang sebelumnya tidak memiliki nilai sisa.
  • Gagal untuk mencatat beban penurunan nilai dari tempat pembuangan sampah karena telah dipenuhi dengan sampah.
  • Menolak untuk mencatat beban yang  diperlukan untuk menghapus biaya akibat ketidak suksesan dan pengabaian proyek pengembangan tempat pembuangan sampahnya.
  • Cadangan lingkungan yang meningkat (Kewajiban) sehubungan dengan akuisisi sehingga kelebihan cadangan dapat digunakan untuk menghindari pencatatan beban usaha yang terkait.
  • Mengkapitalisasi berbagai biaya secara tidak benar.
  • Gagal untuk membentuk cadangan yang cukup (Kewajiban) untuk membayar pajak penghasilan dan biaya – biaya lainnya.

5. Apakah denda yang dikenakan cukup tinggi?

Jawab : Tidak, karena perusahaan telah melakukan penggelembungan dana sebesar $3,54 miliar, sedangkan Arthur Anderson membayar denda hanya sebesar $7 Juta dan WMI membayar denda hanya sebesar $677 Juta, dengan kontribusi dari Arthur Anderson sebesar $95 Juta.

6. Apakah seharusnya anda menggunakan “Anjing” yang sama untuk menemukan “Tulang” dalam suatu skandal akuntansi?

Jawab : Seharusnya menggunakan “Anjing” yang berbeda agar “Tulang” dalam skandal akuntansi yang ditemukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa ada manipulasi dan kecurangan laporan keuangan.

 

Kasus Etika : Mengundurkan Diri Atau Melayani ?

ETIKA

PROFESI AKUNTANSI

 Nama Kelompok :

  • Rotua Lilis                   (26210257)
  • Scesar Sahala U           (26210424)
  • Shinta Prastanti D      (26210524)
  • Siti Filza Atika             (26210589) 
  • Stevi Grace Polii          (26210695)
  • Suciati Rukmini          (26210711)
  • Sulaiman                      (26210729)
  • Tika Dian Pertiwi        (26210896)

 

Dari kasus etika tersebut, dapat diketahui kronologi permasalahannya sebagai berikut :

  1. Perusahaan sedang mengalami penurunan profitabilitas. Profitabilitas atau kemampuan memperoleh laba adalah suatu dalam presentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima.
  2. Usulan untuk pihak manajemen agar melakukan upaya tagihan beberapa kredit yang macet dan menyesuaikan beberapa kebijakan akuntansi agar membuatnya tidak terlalu konservatif.
  3. Bent Hunt adalah seorang Auditor untuk Prairienland Bank yang khawatir atas opini yang diberikan atas laporan keuangannya.
  4. Bent Hunt melakukan konsolidasi dengan pihak manajemen untuk membahas permasalahannya.
  5. Pihak manajemen menolak usulan tersebut dan mereka membuat kebijakan untuk bekerja sama dengan sebuah perusahaan dalam hal mengasuransikan setiap permasalahan bank.
  6. Ben meminta nasihat kepada James berkaitan dengan perilaku akuntansi yang dipakai oleh pihak manajemen dan resiko-resiko auditnya.
  7. Ben dan James spekat bahwa mereka memutuskan mengundurkan diri dari kerjas sama dengan Prairienland Bank.
  8. James bertemu dengan Jack Lane dan Jack Lane yang baru saja mendapatkan klien Prairieland Bank.

Pertanyaan :

1. Apakah keputusan yang Ben lakukan, Mengundurkan diri atau untuk melayani ?

2. Apakah yang seharusnya James lakukan ?

Jawaban :

1. Apakah keputusan yang Ben lakukan, Mengundurkan diri atau untuk melayani ?

Jawab : Mengundurkan diri, Alasannya

  1. Ben dan James sudah tidak sependapat lagi atas kebijakan yang di ambil oleh pihak manajemen Prairieland Bank. Dan apabila mereka tetap mengikuti keinginan dari pihak manajemen Prairieland Bank maka mereka akan mengalami resiko-resiko sebagai auditor.
  2.  Jika mereka tetap melayani maka apa yang mereka lakukan akan menyimpang dari standar umum auditor dimana sikap indenpendensi sebagai seorang auditor harus dipertahankan.
  3. Dan pada kode etik auditor sendiri menyatakan bahwa “Kode etik merupakan dasar profesionalisme auditor dalam pelaksanaan audit. Profesionalisme dari seorang auditor tercemin dari sikap dapat dipercaya, memiliki integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan berpendirian. Dan dalam hal ini Ben dan James apabila mereka tetap mengikuti kebijakan dari pihak Prairieland Bank, mereka tidak bisa menunjukkan sikap berpendirian, karena penilaian yg ia berikan tidak sesuai dengan penilaian yang proporsional dan kontekstual yang ia temukan di perusahaan tersebut. Dalam hal ini adalah “Penjelasan bahwa ketentuan untuk pinjaman yang diragukan terlalu rendah, sedangkan pihak perusahaan Prairieland Bank tidak ingin meningkatkannya karena akan menurunkan keuntungannya.

2. Apa yang seharusnya James Lakukan ?

Jawab : Dengan melihat keadaan permalasahannya maka james sebaiknya memberitahukan kepada Jack Lane bahwa dia baru saja mengundurkan diri sebagai mitra dari Prairieland Bank dengan menjabarkan alasan-alasan kenapa dia berhenti agar membuat Jack Lane menimbang kembali tawaran yang telah diambil.